(0267) 8403140
fbis@ubpkarawang.ac.id
Telukjambe Timur, Karawang
blog-img

Program Studi Akuntansi Mengikuti Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia (TEMAN) Ke 7

Administrator | Pendidikan dan Pengajaran

23-24 Oktober 2019, Kaprodi dan Dosen prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Buana Perjuangan karawang telah mengikuti kegiatan Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia Nasional Ke-7 (TEMAN Ke-7) yang dilaksanakan di Universitas negeri Jember. Kegiatan yang bertemakan “Akuntansi Padhalungan "Kedamaian dan Kesetiaan Akuntansi Dalam Bingkai Tota'an Doro" Diikuti oleh perwakilan 37 Universitas dan perwakilan Ikatan Akuntansi Indonesia Prov. Jawa Timur.Dihadiri oleh Ketua Panitia TEMAN ke-7 Dr. Akhmad Toha, M.Si dan Presedium Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia (MAMI) Prof. Iwantri Yuwono S.E,. Mec.,Ak,.Ph.D.

Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Jember Drs. Moh. Hasan M.Sc., Ph.D. Dari UBP Karawang diwakilkan oleh Yanti, S.E., M.Ak sebagai Ka.Prodi Akuntansi dan Fista A.Sujaya,. S.E.,M.Ak sebagai Dosen akuntansi. Untuk Kegiatan selanjutnya TEMAN ke 8 akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Makassar, kemudian Untuk TEMAN ke 9 akan diadakan di UBP Karawang.

Tujuan kegiatan ini adalah mengajak para Dosen Akuntansi untuk lebih terbuka dalam pola metode penelitian. Adapun metode penelitian yg diolah dalam Kegiatan ini adalah metode Kualitatif yg mempunyai nilai pendekatan Etnography multiparadigma dan mengajak para akuntan untuk pencatat rasa yg terlupakan dalam diri atas aktifitas pelaporan keuangan dan atas aktifitas pengajaran yang tengah dilakukan. Contoh: Disaat kita mencatat sebuah laporan rugi/laba, jika pencatatan kita hasilnya laba, maka rasa senang yg secara spontan terbersit di dalam hati kita ada baiknya disyukuri dan dirasakan secara mendalam, agar tercipta ketenangan hati bersama sang pencipta.

Seperti apa yg dikatakan oleh Presiden Jancuker Sujiwo Tejo yg kebetulan hadir menjadi salah satu narasumber "Jangan lah kita hanya percaya kepada buku, dosen, pemuka agama dan pemerintah tetapi kita lupa pada diri sendiri". Artinya: Marilah kita saling membuka pemikiran untuk berbagai aspek kehidupan dan metode penelitian serta pengajaran agar tercipta multiparadigma yang mempunyai nilai tertinggi yaitu nilai kesadaran Illahi dalam pembelajaran dan dalam menjalankan berbagai interaksi antar sesama.

Adapun Budaya Padhalungan sebagai Ajang Metode Riset yg disampaikan oleh Prof. Dr. Harry Yuswadi,. M.A, Menggambarkan konsep percampuran budaya, dimana budaya adalah kumpulan fakta yang secara langsung maupun tidak langsung dapat diindrakan melalui proses berpikir reflektif. Fakta yang bersifat abstrak memerlukan pemahaman realitas konkret, maka sebaiknya dilakukan penelitian dengan metode Kualitatif.

Agar tidak kaku,dan berkembang didalam penelitian akuntansipun akan lebih detail dan terdeskripsi dengan jelas apabila menggunakan metode tersebut. Karena akuntansi tidak hanya berbicara angka, tidak hanya berbicara penulisan laporan keuangan, tetapi didalam akuntansi juga terdapat berbagai keragaman fakta dan proses yg harus di deskripsikan. 

Menurut salah satu dosen UBP Karawang yang ikut dalam kegiatan itu Fista A.Sujaya,. S.E.,M.Ak “ Senang rasanya Universitas Buana Perjuangan Karawang menjadi salah satu CO-HOST dalam TEMAN ke 7 ini dan semoga di Acara TEMAN ke 9 Universitas Buana Perjuangan Karawang akan menjadi Tuan Rumah untuk acara tersebut”.

Kaprodi Akuntansi Yanti, S.E., M.Ak mengungkapkan “Keterbukaan pemikiran setelah mengikuti acara tersebut. Karena dibalik beberapa pencatatan keuangan dan prilaku dalam pengajaran, inti dari aktifitas/ reaksi/ interaksi kita dengan benda ataupun mahluk hidup lainnya harus didasari dengan kesadaran Illahi, harus dijalankan dengan hati yg ikhlas serta berlandaskan budaya dari mana kita berasal”.

Beliau juga menambahkan “Jangan lupa dari mana kita berasal, jangan bingung kita mau kemana, jangan lupa pada diri sendiri dan sekitar kita dan jangan sampai kita tersesat di jalan yang masih berbayang. Deskripsikan apa yg anda rasa, bukan hanya mengukur dari sekedar angka”.

Artikel Terkait :

Temu Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia

Bagikan Ke:

Populer